stan-ghjm

Sistem Perkuliahan dan Peraturan di STAN

Dalam suatu organisasi pasti terdapat regulasi. Begitu juga dengan Kampus PKN STAN sebagai tempat pendidikan calon punggawa keuangan negara, pasti memiliki peraturan-peraturan yang diterapkan. So, biar kamu semakin tau mengenai sistem perkuliahan dan peraturan yang ada di PKN STAN, berikut ini adalah sistem dan peraturan yang ada di PKN STAN

.

1.   Sistem Perkuliahan

Dalam hal perkuliahan PKN STAN menggunakan sistem studi terpaket, di mana jumlah dan mata kuliah yang akan ditempuh pada setiap semester telah ditentukan oleh pihak kampus. Ini berbeda dengan universitas pada umumnya yang memberikan keleluasaan bagi mahasiswanya untuk merencanakan dan memilih mata kuliah yang akan ditempuhnya.

Untuk beban kuliahnya, STAN mengikuti aturan Departemen Pendidikan Nasional yaitu untuk program D-I beban kuliahnya antara 40 SKS sampai 50 SKS, untuk program D-III antara 110 SKS sampai 120 SKS, sedangkan untuk program Diploma IV antara 144 SKS sampai 180 SKS. SKS adalah kependekan dari Satuan Kredit Semester yang menggambarkan jumlah jam kuliah yang harus diikuti oleh mahasiswa jika ingin mengambil satu mata kuliah tertentu. Satu SKS setara dengan 50 menit tatap muka di kelas, dan biasanya satu mata kuliah bernilai 2 – 4 SKS. Beban kuliah per semesternya berkisar antara 17 SKS sampai dengan 24 SKS, atau setara 7-9 mata kuliah per semester.

Skema proses perkuliahan adalah 8-2-8-2. Maksudnya adalah 8 minggu kuliah, dilanjutkan dengan 2 minggu Ujian Tengah Semester. Lalu masuk kuliah lagi 8 minggu, dan setelah itu 2 minggu Ujian Akhir Semester.

Untuk masalah libur yang diberikan terdiri dari Libur setelah UAS semester ganjil (biasanya 3 minggu), Libur Natal dan Tahun Baru (1-2 minggu), Libur Lebaran (2 minggu), dan Libur Libur setelah UAS semester genap (biasanya 5 minggu)

.

2.   Aturan mengenai Seragam

Ketentuan seragam yang diwajibkan dikenakan oleh setiap mahasiswa/i di PKN STAN:

Senin dan Rabu:

–  Mengenakan kemeja lengan panjang/pendek bermotif polos warna putih, celana panjang warna hitam, dan ikat pinggang bagi pria

–  Mengenakan busana/blus lengan panjang/pendek bermotif polos warna putih, rok panjang warna hitam, dan ikat pinggang bagi wanita

Selasa dan Jumat:

–  Mengenakan kemeja lengan panjang/pendek bermotif polos warna cerah, celana panjang warna gelap, dan ikat pinggang bagi pria

–  Mengenakan busana/blus lengan panjang/pendek bermotif polos warna cerah, rok panjang warna gelap, ikat pinggang bagi wanita

Kamis:

–  Mengenakan kemeja lengan panjang/pendek bermotif batik, celana panjang warna gelap, dan ikat pinggang bagi pria

–  Mengenakan busana/blus lengan panjang/pendek bermotif batik, rok panjang warna gelap, dan ikat pinggang bagi wanita.
.

3.   Drop Out!

Fenomena Drop Out masih menjadi momok bagi sebagian mahasiswa PKN STAN, padahal sebenernya ngga perlu sebegitu takut asalkan mampu menghindari hal-hal yang menyebabkan terkena Drop Out alias DO.

Di PKN STAN, yang dapat menyebabkan seorang mahasiswa STAN dapat terkena DO ada 3 hal:

1.   Presensi kehadiran kurang dari batas yang ditentukan

Di PKN STAN dipersyaratkan bahwa seorang mahasiswa harus hadir sekurang-kurangnya 80% dari total pertemuan di setiap mata kuliah dalam satu semester. Jika kehadiran (presensi) seorang mahasiswa di suatu mata kuliah tidak mencapai 80% maka mahasiswa tersebut tidak diperbolehkan mengikuti Ujian Akhir Semester. Jika seorang mahasiswa tidak mengikuti Ujian Akhir Semester, bisa dipastikan mahasiswa tersebut akan terkena DO.

Seperti yang disebutkan di atas, skewa waktu perkuliahan di PKN STAN adalah 8-2-8-2, yang berarti terdapat 16 minggu waktu untuk perkuliahan. Karena setiap minggu ada 1 kali pertemuan untuk setiap mata kuliah, itu berarti juga ada 16 pertemuan untuk setiap mata kuliah dalam satu semester. Sehingga, dalam satu semester seorang mahasiswa hanya dapat tidak hadir 3 kali untuk setiap mata kuliah. Apabila lebih dari 3 kali pertemuan tidak hadir, maka mahasiswa tersebut tidak dapat mengikuti Ujian Akhir Semester di mata kuliah bersangkutan.

Ketidakhadiran ini tidak mengenal alasan baik karena sakit, ada keperluan mendadak, ada acara keluarga, ataupun hanya sekedar bolos kuliah. Maka walaupun ada kelonggaran 3 kali tidak hadir kuliah, jangan digunakan untuk hal yang tidak perlu seperti bolos kuliah, karena kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan, misalkan seperti sakit parah yang harus istirahat total.

Kalaupun sedang sakit tetapi tidak terlalu parah, misalkan seperti pusing atau batuk, jangan sampai menjadi alasan untuk tidak hadir kuliah. Apa susahnya sekadar hadir lalu duduk di kelas? entah mengerti atau ga mengerti apa yang dijelaskan dosen 😀

2.   Indeks Prestasi tidak memenuhi ketentuan

Indeks Prestasi atau lebih dikenal dengan IP mencerminkan prestasi akademis seorang mahasiswa. Meskipun kuliah tidak melulu soal IP, tapi masalah IP tetap harus menjadi perhatian karena bisa menjadi penyebab terkena DO.

Di PKN STAN dipersyaratkan IP minimal seorang mahasiswa adalah 2,75 di setiap semester. Meskipun kamu mungkin belum punya gambaran tentang standar tersebut, apakah tinggi atau ngga, namun rata-rata anak PKN STAN itu IP nya diatas 3, dan untuk meraih IP diatas 3 itu relatif ngaga sulit. Tinggal bagaimana kamu ngga terlena dan tetap tidak melupakan tujuan kuliah yaitu belajar.

3.   Mencontek

Ah, kalo yang ini ngga perlu dijelasin panjang lebar deh. PKN STAN adalah kampus yang mendidik mahasiswanya untuk punya integritas. So, di sini nyontek = DO. Ngga pandang bulu.

Jangan coba-coba ya guys

.

4.   Peraturan lainnya

Selain aturan-aturan di atas, terdapat juga aturan aturan lain yakni Setiap mahasiswa/i dilarang

  1. Menggunakan rok mini atau rok pendek bagi wanita
  2. Mengenakan busana/blus yang tembus pandang bagi wanita
  3. Mengenakan celana panjang bagi wanita
  4. Mengenakan kemeja/blus warna mencolok, kotak-kotak, dan bergaris
  5. Mengenakan baju kaos
  6. Memakai sandal atau sepatu sandal
  7. Memakai perhiasan/aksesoris atau tata rias wajah yang berlebihan
  8. Melepas atau membuka kancing baju tidak semestinya
  9. Mengenakan pakaian dari bahan jeans atau courdoray dan sejenisnya
  10. Mengenakan pakaian yang ketat
  11. Menggunakan atau memakai atribut yang berhubungan dengan almamater dengan cara dan pada tempat yang tidak semestinya sehingga berakibat merendahkan/merusak citra almamater
  12. Memiliki rambut gondrong dan memotong model rambut yang tidak lazim bagi pria. Panjang rambut belakang kepala tidak boleh melebihi kerah baju dan telinga serta leher harus terlihat
  13. Mengecat rambut dengan warna yang tidak lazim

.

5.   Alumni

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa setiap lulusan PKN STAN akan diangkat menjadi PNS. Tapi, bukan berarti pengangkatan menjadi PNS ini dilakukan secara langsung. Proses ini meliputi kegiatan seperti On the Job Training, Samapta (khusus DJBC dan ITJEN), Prajab, DTSD, dan diklat-diklat lain.

Selain itu per tahun 2013 setiap lulusan kampus kedinasan, termasuk PKN STAN, harus mengikuti dan lulus Tes Kompetensi Dasar (TKD) untuk dapat menjadi CPNS.

Dengan demikina, kurang lebih alur yang akan ditempuh oleh seorang mahasiswa hingga menjadi PNS adalah:

 drawit-diagram

4 thoughts on “Sistem Perkuliahan dan Peraturan di STAN

Leave a Reply