51693a00-1449-4985-ae76-f489ae8bdf01

Jurusan di PKN STAN

Kalau kamu udah ngebaca artikel Tentang PKN STAN, di sana kamu menemukan 2 program studi yang diselenggarakan oleh Kampus PKN STAN, yaitu program studi reguler dan program studi non-reguler. Program Studi Reguler adalah program studi yang dapat diikuti oleh lulusan SMA sederajat (SMK, MA, dll), sedangkan Program Studi Non-reguler adalah program studi yang hanya dapat diikuti oleh alumni/lulusan PKN STAN. Program studi di PKN STAN lebih familiar disebut dengan spesialisasi.

Nah, di artikel ini akan dibahas mengenai Program Studi Reguler yang dapat diikuti oleh kamu-kamu yang baru saja lulus SMA. Yuk baca satu per satu

.

1.   Spesialisasi Akuntansi

Spesialisasi akutansi hanya memiliki satu program studi yaitu program studi diploma III. Spesialisasi ini diarahkan untuk mendidik lulusan agar memiliki kompetensi bidang akuntansi manajemen (managerial accounting), baik secara konseptual maupun praktikal yang dibutuhkan oleh instansi instansi bawahan kemeterian keuangan.

Lulusan spesialisasi akutansi diharapkan mampu melakukan proses pencatatan, klarifikasi, peringkasan, pengolahan dan pengkajian semua data transaksi serta kejadian yang berkaitan dengan keuangan. Kegiatan tersebut menghasilkan sebuah laporan keuangan yang akurat. Laporan ini nantinya akan menjadi dasar penentuan kebijakan keuangan suatu instansi.

spesialisasi akutansi ini melaksanakan pendidikan selama enam semester yang harus diselesaikan dalam waktu tiga tahun dengan beban sks sebanyak 110 sampai dengan 120 sks. Pendidikan spesialisasi keuangan spesialisasi akutansi dilaksanakan di kampus STAN Jakarta, Jl. Bintaro Utama Sektor V, Bintaro Jaya, Tangerang.

Masa kuliah banyak berhubungan dengan angka-angka, bikin jurnal dan laporan keuangan gitu. Tapi santai aja, waktu udah jadi mahasiswa boleh pakai kalkulator kok. Di spesialisasi akuntansi ngga cuma akuntansi saja yang diajarkan, ada pelajaran tentang pajak, ekonomi, hukum keuangan negara, auditing, dll.

Jumlah mahasiswa spesialisasi akuntansi juga pasti selalu paling banyak dibanding spesialisasi yang lain, di mana jumlah mahasiswa sepsialisasi ini lebih dari 1000 di setiap angkatannya.

Penempatan kerja: bisa ditempatkan di mana saja (flexible) ; Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Inspektorat Jenderal Kementrian Keuangan, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK), dll.

.

2.   Spesialisasi Perpajakan

Spesialisasi perpajakan merupakan salah satu spesialisasi yang banyak diminati. Dari semua total mahasiswa yang diterima, perpajakan menempati posisi kedua dalam hal kuota. Spesialisasi perpajakan didirikan dengan tujuan untuk menghasilkan mahasiswa yang akan menjadi lulusan yang berkompeten di bidang perpajakan.

Secara umum spesialisasi perpajakan mempelajari cara bagaimana cara menyusun laporan perpajakan. Namun hal tersebut merupakan komptensi lulusan perpajakan secara umum. Untuk spesialisasi perpajakan di PKN STAN diajarkan juga hal hal yang berkaitan dengan aktivitas tata usaha, administrasi pajak sebagai pemungut pajak serta hubungannya dengan pemasukan dan keuangan negara.

Pada spesialisasi ini akan mempelajari mata kuliah umum yang berkaitan dengan keuangan, namun akan dibekali juga dengan mata kuliah yang berkaitan dengan undang-undang perpajakan, serta hafalan terutama tarif-tarif pajak. Mata kuliah umum yang dimaksud seperti akutansi dasar sampai akutansi menengah dan akutansi lanjut, manajemen, ekonomi pembangunan, bahasa inggris dan pengetahuan tentang tata kelola pemasukan negara dari sektor pajak.

Spesialisasi perpajakan terdiri dari program diploma 3 (D-III) dan program diploma 1 (D-I). Lokasi pendidikan spesialisasi ini dilaksanakan di kampus Bintaro untuk D-III sedangkan untuk lokasi pendidikan D-I dilaksanakan di Balai Diklat Keuangan (BDK) yang tersebar di 11 kota di Indonesia. Untuk diketahui bahwa spesialisasi perpajakan adalah spesialisasi yang paling banyak diminati baik D-III maupun D-I nya. Hal ini mungkin dikarenakan pendapatan total lulusan perpajakan lebih tinggi dibandingkan dengan lulusan spesialisasi lainnya.

Penempatan kerja: Sebagian besar di Direktorat Jenderal Pajak (DJP), tapi ada juga yang ditempatkan di BPK, BPKP, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK)

.

3.   Spesialisasi Kepabeanan dan Cukai

Seperti spesialisasi perpajakan, Spesialisasi Kepabeanan dan Cukai juga memiliki dua program studi yaitu D-I dan D-III. Program studi D-I terbuka untuk perempuan dan laki laki. Sedangkan untuk program studi D-III nya dikhususkan untuk laki laki saja. Pendidikan Spesialisasi Kepabeanan dan Cukai, atau lebih sering disebut spesialisasi bea cukai, bersifat semi militer.

Spesialisasi ini diadakan untuk menghasilkan lulusan yang berkompeten di bidang bea dan cukai. Bea dan cukai adalah suatu regulasi yang berkaitan erat dengan transaksi jual-beli antar negara, transaksi jual-beli barang barang yang peredarannya perlu diawasi, dan  transaksi jual-beli barang barang yang pengkonsumsiannya perlu dikendalikan.

Kalau kita berbicara tentang transaksi jual beli serta perdagangan antar negara, pasti langsung terbayang dengan kata ekspor dan impor. Benar sekali. Bea dan cukai itu erat kaitannya dengan aktivitas ekspor dan impor. Jadi intinya bea dan cukai itu berkaitan dengan pajak ekspor dan impor, pengurusan ijin dan persyaratan ekspor dan impor.

Dikarenakan berkaitan dengan aktivitas ekspor impor maka spesialisasi bea dan cukai selain mempelajari mata kuliah umum yang berkaitan dengan keuangan, spesialisasi ini juga belajar tentang pengetahuan sifat sifat bahan material kimiawi suatu bahan. Hal ini dimaksudkan agar lulusan spesialisasi ini mampu melakukan inspeksi terhadap barang barang ekspor impor.

Pelaksanaan pendidikan spesialisasi bea cukai dilaksanakan di Kampus Rawamangun, Jakarta Timur untuk program studi D-III sedangkan untuk program studi D-I dilaksanakan di Balai Diklat Keuangan (BDK)

Penempatan kerja: Direktorat Jendral Bea dan Cukai

.

4.   Spesialisasi Kebendaharaan Negara

Salah satu spesialisasi di STAN yang asing di telinga, karena tidak terdapat di Perguruan Tinggi lain, adalah Kebendaharaan Negara. Kata bendahara sendiri sering sekali kita temui di dalam kehidupan sehari-hari, namun sebagai sebuah spesialisasi kuliah, mungkin agak aneh.

Kata “bendahara” sendiri artinya kurang lebih adalah orang yang mengurus masalah keuangan. Dalam lingkup yang lebih luas, dalam hal ini negara, bendahara negara berarti mempunyai tugas mengurus keuangan negara. Kira-kira itulah yang dipelajari dari spesialisasi Kebendaharaan Negara ini, mempelajari seluk beluk keuangan negara, mulai dari perencanaan, pelaksanaan serta pelaporan dari penggunaan uang negara itu.

Dalam hal perencanaan, yang dipelajari misalnya tentang Sistem Perencanaan Anggaran, Penyusunan APBN, bagaimana Kementerian-kementerian negara/Lembaga mengajukan anggaran, bagaimana mekanismenya menjadi sebuah APBN

Dalam hal pelaksanaan berarti dalam hal implementasi APBN yang telah dilaksanakan, dalam hal ini mempelajari tentang Pelaksanaan APBN di sektor belanja, pendapatan maupun pembiayaan, Pengelolaan Kas, Pengelolaan Investasi, Pengelolaan Utang, dll

Dalam hal pelaporan dalam hal ini pelaporan dari pelaksanaan APBN tersebut, dalam hal ini yang dipelajari antara lain akuntansi umum dan juga akuntansi pemerintah.

dan tentu saja mata kuliah umum lain misalnya ekonomi, manajemen, hukum dan lain-lain.

Apa yang dipelajari di spesialisasi Kebendaharaan Negara sesuai dengan tugas dan funsi Ditjen Anggaran, Ditjen Perbendaharaan, serta Ditjen Pengelolaan Utang

Pendidikan spesialisasi kebendaharaan negara dilaksanakan di kampus bintaro untuk program studi D-III dan untuk D-I dilaksanakan di Balai Diklat Keuangan (BDK)

Penempatan kerja: Direktorat Jendral Perbendaharaan, Ditjen Pajak, Badan Kebijakan Fiskal, dll

.

5.   Spesialisasi Manajemen Aset

Spesialisasi ini dulunya bernaman spesialisasi Pengurusan Piutang dan Lelang Negara, akan tetapi sejak tahun 2014 diubah menjadi spesialisasi Manajemen Aset.

Spesialisasi ini diadain untuk menghasilkan mahasiswa yang akan menjadi lulusan dengan kompetensi manajemen dan pengelolaan aset negara. Spesialisasi ini berkaitan dengan usaha usaha negara yang disewa asetnya oleh pihak lain. Selain itu jurusan ini juga mengurus lelang proyek yang dilaksanakan oleh pemerintah. Disain kurikulumnya disesuaikan dengan kebutuhan negara dalam pengelolaan kekayaan negara.

Melalui pengelolaan aset aset dan kekayaan negara yang professional maka aset aset serta kekayaan negara tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.

Penempatan kerja: Direktorat Jendral Kekayaan Negara

.

6.   Spesialisasi Penilai

Program studi yang sangat erat kaitannya dengan tempat kita tinggal yaitu rumah kita. Setiap rumah memiliki pajak. Pada saat awal ingin membangun rumah juga harus memiliki ijin mendirikan bangunan (IMB). Setelah dapat penjelasan tersebut, tentu kalian akan bisa menyimpulkan seperti apa gambaran tentang jurusan ini. Spesialisasi ini diadain untuk mengurus masalah pajak dan iuran kepemilikan bumi dan bangunan serta pengurusan ijin mendirikan bangunan di atas bumi. Selain pajak yang berkaitan dengan bangunan, lulusan spesialisasi ini juga mengurus pajak kepemilikan lahan.

Bisa dibilang ini adalah spesialisasi tekniknya STAN. Bagi yang suka matematika dan fisika, di spesialisasi penilai masih ada kok pelajaran yang membahas itu.

Secara teori penilaian itu dapat diartikan sebagai proses pekerjaan seseorang penilai dalam memberikan opini tertulis mengenai nilai ekonomis pada saat tertentu seperti perumahan, kantor, toko, apartemen dan sebagainya. Mata kuliah yang dipelajari perencanaan kota, teknologi bangunan, ilmu ukur tanah. Tak lupa juga ada akuntansi dan mata kuliah dasar lainnya.

Penempatan kerja: Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara.

*Update

Setelah berubah nama dari STAN, kini PKN STAN memiliki 4 jurusan

  1. Jurusan Akuntansi
  2. Jurusan Pajak: terdiri dari spesialisasi Perpajakan dan Penilai
  3. Jurusan Bea Cukai
  4. Jurusan Manajemen Keuangan: terdiri dari spesialisasi Kebendaharaan Negara dan Manajemen Aset

One thought on “Jurusan di PKN STAN

Leave a Reply